Seputar Pertandingan

  
   
 heii... post kali ini masih tentang seputar pertandingan. :)
 

Ketentuan Nilai :
  1. Nilai 1 Serangan pukulan yang masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
  2. Nilai 1 + 1 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh pukulan yang masuk pada sasaran.
  3. Nilai 2 Serangan tendangan masuk pada sasaran, tanpa terhalang oleh tangkisan, hindaran atau elakan lawan.
  4. Nilai 1 + 2 Tangkisan, hindaran atau elakan yang berhasil memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh tendangan yang masuk pada sasaran.
  5. Nilai 3 teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
  6. Nilai 1 + 3 Tangkisan, hindaran, elakan atau tangkapan yang memusnahkan serangan lawan, disusul langsung oleh serangan dengan teknik jatuhan yang berhasil menjatuhkan lawan.
Syarat teknik Nilai 
Catatan : Nilai 1 untuk tangkisan / elakan, sedangkan serangan masuk dinilai sesuai dengan serangannya, serangan tangan = nilai 1, serangan kaki = nilai 2, jatuhan= nilai 3
  1. Serangan tangan/pukulan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan tekhnik serangan dengan tangan (dalam bentuk apapun). Bertenaga dan mantap, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar.
  2. Serangan dengan kaki/tendangan yang dinilai adalah serangan yang masuk pada sasaran, menggunakan tekhnik serangan dengan kaki (dalam bentuk apapun), bertenaga dan mantap, tidak disertai tangkapan/pegangan, tanpa terhalang oleh tangkisan atau elakan dan dengan dukungan kuda-kuda, atau kaki tumpu yang baik, jarak jangkauan tepat dan lintasan serangan yang benar.
  3. Tekhnik menjatuhkan yang dinilai adalah berhasilnya pesilat menjatuhkan lawan sehingga bagian tubuh (dari lutut keatas) menyentuh matras dengan pedoman :
    • Tekhnik menjatuhkan dapat dilakukan dengan serangan langsung, sapuan, ungkitan, guntingan dan tekhnik menjatuhkan yang didahului oleh tangkapan atau bentuk serangan lainnya yang sah. Serangan yang berhasil mendapat nilai sesuai dengan ketentuan nilai untuk tekhnik serangan yang digunakan.
    • Menjatuhkan lawan menggunakan tekhnik jathan dengan cara tidak ikut terjatuh atau lebih menguasai lawan yang dijatuhkan.
    • Apabila tekhnik menjatuhkan itu disertai menangkap anggota tubuh lawan harus merupakan usaha pembelaan diri suatu serangan ataumenggunakan serangan pendahuluan, tidak boleh disertai dengan serangan langsung, tetapi dapat dilakukan dengan mendorong atau menyapu. Proses tangkapan menjadi jatuhan diberikan waktu selama 5 (lima) detik. Jika selama itu tidak terjadi jatuhan, maka dihentikan oleh Wasit dan dinyatakan tidak ada jatuhan.
    • Teknik sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan tidak boleh didahului dengan memegang/menggumul tubuh lawan, tetapi dapat dibantu dengan dorongan atau sentuhan. Sapuan dapat dilakukan dengan merebahkan diri. Lawan dapat mengelakkan diri dari serangan tidak boleh melakukan serangan balik. Teknik sapuan yang dilaksanakan lebih dari 2 (dua) kali secara berturut-turut pada masing-masing babak dengan tujuan mengulur-ulur waktu akan mendapat teguran dari wasit. Yang dimaksud teknik sapuan dengan tujuan mengulur-ulur waktu ialah sapuan yang di luar jarak jangkauan serangan atau sapuan dalam jarak jangkauan serangan tetapi dilakukan dengan tidak bertenaga.
    • Serangan bersamaan oleh kedua pesilat (apakah serangan itu sah atau tidak karena sifatnya kecelakaan) dan salah satu atau keduanya jatuh, maka jatuhan akan disahkan dengan pedoman:
  • Jika salah satu tidak dapat bangkit akan diadakan hitungan mutlak.
  • Jika keduanya tidak segera bangkit, maka dilakukan hitungan mutlak untuk keduanya dan apabila hal ini terjadi pada awal babak I dan keduanya belum memperoleh nilai maka penentuan kemenangan ditentukan seperti Bab II pasal 8 ayat 7.4.a.5 dan pasal 8 ayat 7.4.a.6. (tidak perlu ditanding ulang).
  • Jika keduanya dalam hitungan ke 10 (sepuluh) tidak dapat bangkit sedangkan pesilat sudah memperoleh nilai, maka kemenangan dilakukan dengan menghitung nilai terbanyak.
  • Jatuh Sendiri, Jika pesilat terjatuh sendiri bukan karena serangan lawan, jika tidak dapat bangkit, diberi kesempatan dalam waktu 10 (sepuluh) hitungan/detik. Jika tidak dapat melakukan pertandingan dinyatakan kalah teknik.

          1. Tangkapan sebagai proses jatuhan dinyatakan gagal jika:
          •   Lawan dapat melakukan serangan balik secara sah.
          •   Lawan dapat memegang tangan atau bahu sehingga terjadi proses             jatuhan.
          •   Proses jatuhan dari 5 (lima detik) atau terjadi seret-menyeret atau     gumul-menggumul.
          •   Ikut terjatuh waktu melakukan teknik jatuhan.

          1. Jika dalam proses tangkapan kaki pesilat yang ditangkap melakukan pegangan pada bahu dan pesilat yang menangkap dapat menjatuhkan lawannya dalam waktu 5 (lima) detik sebelum wasit memberikan aba-aba ”BERHENTI”, jatuhan dinyatakan sah.
          2. Jika rangkulan tersebut terlalu kuat sehingga menyentuh leher atau kapala atau menyeabkan keduanya terjatuh, pesilat yang merangkul diberikan Teguran.
          3. Jatuhan diluar medan laga
            1. Teknik jatuhan yang berakibat lawannya jatuh diluar medan laga, yaitu jika bagian tubuh
            2. menyentuh gris batas medan laga, maka jatuhan dinyatakan gagal/tidak sah.
            3. Jika jatuhan berada di dalam medan laga dan pesilat menggeser keluar medan laga, jatuhan dinyatakan sah.
            4. Serangan sah yang menyebabkan lawan jatuh tidak dapat bangkit atau nanar yng dilakukan di dalam medan laga dan bergeser keluar gelanggang, pesilat diberi kesempatan dalam batas waktu 10 (sepuluh) detik untuk kembali melakukan pertangdingan maka dinyatakan kalah mutlak.
            5. Serangan sah yang dilakukan di dalam medan laga, menyebabkan lawan jatuh diluar medan laga dan tidak bangkit atau nanar, maka wasit melakukan hitungan teknik. Jika pesilat tidak dapat melanjutkan pertandingan, maka pesilat bersangkutan dinyatakan kalah teknik.
          Nilai hukuman
          Ketentuan nilai hukaman :
          a. Nilai – 1 (kurang 1 ) diberikan bila pesilat mendapat Teguran I
          b. Nilai – 2 (kurang 2 ) diberikan bila pesilat mendapat Teguran II
          c. Nilai – 5 (kurang 5 ) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan I
          d. Nilai – 10(kurang 10) diberikan bila pesilat mendapat Peringatan II
          Penentuan Kemenangan
          1. Menang Angka
            1. Bila jumlah juri yang menentukan menang atas seorang pesilat lebih banyak dari pada lawan, Penentuan kemenangan dilaksanakan oleh masing-masing Juri.
            2. Bila terjadi hasil nilai yang sama maka pemenang ditentukan berdasarkan pesilat yang paling sedikit mendapat nilai hukuman.
            3. Bila hasilnya masih sama, maka pemenangnya adalah pesilat yang mengumpulkan nilai prestasi teknik tertinggi/paling banyak. Pada dasarnya nilai 1 = 2 adalah lebih tinggi dari nilai 2 saja.
            4. Bila hasilnya masih sama, maka pertandingan ditambah 1 (satu) babak lagi.
            5. Bila hasilnya masih sama, maka tidak perlu diadakan penimbangan ulang, namun dilihat dari hasil penimbangan berat badan 15 menit sebelum bertanding.
            6. Pesilat yang lebih ringan timbangannya dinyatakan sebagai pemenang.
            7. Bila hasilnya tetap sama, maka diadakan undian oleh Ketua Pertandingan yang disaksikan oleh Delegasi Teknik dan kedua Menejer tim.
          Hasil penilaian juri diumumkan pada papan nilai, setelah babak terahir/penentuan kemenangan selesai dilaksanakan.
          1. Menang Tekhnik
            1. Karena lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan karena permintaan pesilat sendiri/mengundurkan diri.
            2. Karena keputusan Dokter Pertandingan Dokter Pertandingan diberi waktu 60 (enam puluh) detik untuk memutuskan apakah Pesilat bersangktan dinyatakan ”Fit” atau ”Tidak Fit” (Unfit). Setelah 60 detik Wasit akan menanyakan kepada Dokter
            3. Atas permintaan Pendamping Pesilat
            4. Atas keputusan Wasit
            5. Menang Mutlak
          Penentuan menang mutlak ialah bila lawan jatuh karena serangan yang sah dan menjadi tidak dapat bangkit segera dan atau nanar, maka setelah hitungan Wasit ke 10 dan tidak dapat berdiri tegak dengan sikap pasang.
          1. Menang W.M.P./ wasit Menghentikan Pertandingan ,Menang karena pertandingan tidak seimbang
          2. Menang Undur Diri: Menang karena lawan tidak muncul di gelanggang (Walk  Over).
          3. Menang Diskualifikasi Lawan mendapat Peringatan III setelah Peringatan IILawan melakukan pelanggaran berat yang diberikan hukuman langsung diskualifikasi.
          4. Melakukan pelanggaran Tingkat I, dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan pertandingan atas dasar keputusan Dokter pertandingan. Pesilat yang menang diskualifikasi krena keputusan Dokter Pertandingan, diperbolehkan bertanding untuk babak selanjutnya jika mendapatkan ijin/rekomendasi dari Dokter Pertandingan.
          5. Penimbangan ulang berat badan tidak sesuai dengan ketentuan.
          oke..sekian postnya semoga bermanfaat ,thanks waktunya :)
              see you again


                                                                                               :)

          Seputar Pertandingan

           
             Hei kawan ,,Apa kabar  pastinya baikan.:)
                       post kali mengenai pertandingan digelanggang seorang pesilat.


          PERATURAN PERTANDINGAN
          IPSI 

          Penggolongan Pertandingan dan Ketentuan Tentang Umur serta Berat Badan
          Penggolongan pertandingan Pencak Silat menururt umur dan jantina untuk semua katagori terdiri atas : 
                 1.       Pertandingan Golongan REMAJA untuk Putra dan Putri, berumur diatas 14 tahun s/d 17                      tahun.
                 2.      Pertandingan Golongan DEWASA untuk Putra dan Putri, berumur diatas 17 tahun s/d 35                      tahun.

          Kebenaran tentang umur Pesilat yang mengikuti pertandingan dibuktikan dengan Akte Kelahiran / Ijazah / Paspor.
                3.   Pembagian kelas menurut berat badan hanya berlaku untuk katagori TANDING yang                          dilakukan dengan penimbangan berat badan.
          •   penimbangan pertama dilakukan sekurang-kurangnya 6 ( enam ) jam sebelum dimulainya                    pertandingan pertama dalam satu kejuaraan. 
          •   Pada waktu penimbangan, Pesilat hanya mengenakan pakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk, perlindungan kemaluan dan pelindung badan.    Bila berat badan Pesilat melebihi atau kurang dari ketentuan berat kelas yang diikutinya Pesilat yang bersangkutan diberi waktu 1 ( satu ) jam untuk menyesuaikan berat badannya.
          •   Pesilat yang karena alasan yang sah tidak dapat mengikuti penimbangan pertama, tetapi telah memenuhi persyaratan pendaftaran, dapat diikutkan dalam undian dan masuk dalam jadual pertandingan, serta dapat mengikuti pertandingan bila memenuhi ketentuan dalam penimbangan ulang.

          •  Penimbangan ulang dilakukan 15 ( lima belas ) menit sebelum Pesilat yang bersangkutan mengikuti pertandingan sesuai dengan jadual yang ditentukan.
          •  Untuk timbang ulang, Pesilat putra / putri harus berpakaian Pencak Silat yang kering tanpa sabuk, pelindung kemaluan dan pelindung sendi untuk semua kelas.
          •  Pesilat yang tidak dapat memenuhi ketentuan berat badan dalam penimbangan ulang menurut kelas yang diikutinya, dikenakan sanksi diskualifikasi.
          •  Penimbangan harus disaksikan oleh petugas penimbangan dan anggota Wast Juri yang ditugaskan untuk itu, serta oleh kedua official tim.
          •  Petugas penimbangan atau Wasit juri yang ditugaskan serta kedua official tim harus menandatangani formulir berat badan penimbangan ulang yang disediakan oleh Panitia Pelaksana.



              Katagori dan kelas pertandingan untuk Remaja :
          Tanding Putra / Putri

          1.  Kelas A 39 Kg s/d 43 Kg
          2.  Kelas B Diatas 43 Kg s/d 47 Kg
          3.  Kelas C Diatas 47 Kg s/d 51 Kg
          4.  Kelas D Diatas 51 Kg s/d 55 Kg
          5.  Kelas E Diatas 55 Kg s/d 59 Kg
          6.  Kelas F Diatas 59 Kg s/d 63 Kg
          7.  Kelas G Diatas 63 Kg s/d 67 Kg
          8.  Kelas H Diatas 67 Kg s/d 71 Kg


                Katagori dan kelas pertandingan untuk Dewasa :
           TANDING terdiri atas :

                 # Tanding Putra

          1.  Kelas A 45 Kg s/d 50 Kg
          2.  Kelas B Diatas 50 Kg s/d 55 Kg
          3.  Kelas C Diatas 55 Kg s/d 60 Kg
          4.  Kelas D Diatas 60 Kg s/d 65 Kg
          5.  Kelas E Diatas 65 Kg s/d 70 Kg
          6.  Kelas F Diatas 70 Kg s/d 75 Kg
          7.  Kelas G Diatas 75 Kg s/d 80 Kg
          8.  Kelas H Diatas 80 Kg s/d 85 Kg
          9.  Kelas I Diatas 85 Kg s/d 90 Kg



                 # Tanding Putri

          1.  Kelas A 45 Kg s/d 50 Kg
          2.  Kelas B Diatas 50 Kg s/d 55 Kg
          3.  Kelas C Diatas 55 Kg s/d 60 Kg
          4.  Kelas D Diatas 60 Kg s/d 65 Kg
          5.  Kelas E Diatas 65 Kg s/d 70 Kg
          6.  Kelas F Diatas 70 Kg s/d 75 Kg



          Perlengkapan Gelanggang dan Pertandingan

          1. Gelanggang
          Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras dengan tebal maksimal 5 ( lima ) cm, permukaan rata dan tidak memantul, bolehditutup dengan alas yang tidak licin, berukuran 10 m x 10 m dengan warna dasar hijau terang dan garis berwarna putih sesuai dengan keperluannya, disediakan oleh Komiti Pelaksana dengan penjelasan sebagai berikut :

          •  Untuk Katagori TANDING mengikuti ketentuan sebagai berikut :

           1. Gelanggang pertandingan terdiri dari :
             Bidang gelanggang berbentuk segi empat bujur sangkar dengan ukuran 10 m x 10 m. Bidang                tanding berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 m.
            2. Batas gelanggang dan bidang tanding dibuat dengan garis berwarna putih selebar + 5 cm kearah      luar.
            3. Pada tengah-tengah bidang tanding dibuat lingkaran dengan garis tengah 3 m, lebar garis 5 cm         berwarna putih sebagai batas pemisah sesaat akan dimulai pertandingan.
           4. Sudut Pesilat adalah ruang pada sudut bujur sangkar gelanggang yang berhadapan yang dibatasi       oleh bidang tanding terdiri atas :
          a. Sudut berwarna biru yang berada disebelah ujung kanan meja Ketua Pertandingan.
          b. Sudut berwarna merah yang berada diarah diagonal sudut biru.
          c. Sudut berwarna putih yaitu kedua sudut lainnya sebagai sudut netral.

          •    Untuk Katagori TUNGGAL, GANDA dan REGU mengikuti ketentuan sebagai berikut :

             A Gelanggang penampilan untuk ketiga katagori tersebut adalah bidang gelanggang berukuran 10          m x 10 m.

          1.        Perlengkapan Gelanggang
          2.        Perlengkapan gelanggang yang wajib disediakan oleh Komiti Pelaksana terdiri dari :
          3.        Meja dan kursi pertandingan.
          4.        Meja dan kursi Wasit Juri.
          5.      . Formulir pertandingan dan alat tulis menulis.
          6.      . Jam pertandingan, gong ( alat lainnya yang sejenis ) dan bel.
          7.      . Lampu babak atau alat lainnya untuk menentukan babak.
          8.      . Lampu isyarat berwarna merah, biru dan kuning untuk memberikan isyarat yang                        diperlukan sesuai dengan proses pertandingan yang berlangsung.
          9.        Bendera kecil warna merah dan biru, bertangkai, masing-masing dengan ukuran 30 cm x           30 cm untuk Juri Tanding dan bendera dengan ukuran yang sama warna kuning untuk                 Pengamat Waktu.
          10.      . Papan informasi catatan waktu peragaan Pesilat Katagori Tunggal, Ganda dan regu.
          11.       Tempat Senjata.
          12.      . Papan Nilai.
          13.        Perlengkapan pengeras suara ( Sound System ).
          14.        Ember / baldi dengan gelas plastik, kain pel dan kesat / keset kaki.
          15.       .Alat perekam suara / gambar, operator dan perlengkapannya ( alat ini tidak merupakan alat        bukti yang sah dalam menentukan kemenangan ).
          16.     . Papan nama : Ketua Pertandingan, Dewan Wasit Juri, Sekretaris Pertandingan, Pengamat Waktu,       Dokter Pertandingan, Juri sesuai dengan urutannya ( I s/d V ).
          •          Denah gelanggang.

          •            Official dan wasit juri

                                        :)maaf jika kurang lengkap...sekian ...thanks waktunya.
                                               pesilatnasional.blogspot.com


                                                     see you again:)

          PERSIAPAN ATLIT

          kali  ini saya kasih artikel dan tips sebelum bertanding,,semoga bermanfaat ,,

          Persiapan atlit saat akan bertanding

          Sangat penting bagi seorang atlit pencak silat untuk mempersiapkan diri dalam pertandingan. Pertandingan pencak silat memberlakukan sistem gugur yang sangat kompetitif yang artinya sekali seorang pesilat kalah ia kehilangan kesempatan untuk maju ke babak selanjutnya. Artinya, seorang juara pencak silat adalah ia yang tidak pernah kalah, selalu menang dari awal hingga akhir pertandingan. Untuk mencapai prestasi ini, dibutuhkan persiapan yang matang. Latihan fisik dan teknik secara rutin dan terprogram harus dilakukan. Namun menjelang berangkat pertandingan, juga ada hal-hal khusus yang harus dipersiapkan maisng-masing atlit untuk menunjang keberhasilan dalam pertandingan.
          Karena pencak silat sebagian besar adalah olahraga individu  (kecuali kategori ganda dan regu), maka persiapan sebaiknya dimulai dari level yang paling dasar yakni dari diri atlit sendiri, yang akan kita sebut “persiapan pribadi”.
          Persiapan pribadi adalah semua hal yang harus dipersiapkan oleh masing-masing atlit sendiri. Mengapa persiapan pribadi sangat penting? Karena apabila seorang atlit telah memiliki kesiapan, ia dapat lebih terfokus pada pertandingan, bukan kepada hal-hal lain selain pertandingan. Dan fokus atau konsentrasi turut memperbesar peluang meraih juara.
          Kemudian bagaimanakan “persiapan pribadi” yang wajib dilakukan atlit pencak silat itu? Inilah urut-urutan dan uraiannya, mulai dari: (1) sebelum berangkat; (2) saat tiba di tempat pertandingan; (3) saat bermain;  dan (4) selesai bertanding.
          1. Sebelum Berangkat Bertanding
          Kata kuncinya adalah: Bereskan hal-hal yang bisa mengganjal. Artinya, sebelum bertanding seorang atlit pencak silat harus membereskan hal-hal lain yang sekiranya akan menggangu konsentrasinya selama bertanding. Apa saja yang harus dibereskan`
                  a).Permasalahan pribadi
          Penting untuk membereskan urusan-urusan pribadi sebelum berangkat. Terutama bila atlit memiliki masalah pribadi dengan orang lain. Permasalahan pribadi biasanya berkaitan dengan faktor perasaan/afeksi atau emosi. Permasalahan pribadi akan memicu emosi yang berlebihan, dan dalam kondisi tersebut atlit akan sulit fokus. Cara paling aman adalah jangan membuat masalah pribadi apapun menjelang berangkat bertanding; atau apabila memiliki masalah pribadi, bereskan hingga tuntas sebelum berangkat  
                  b).Masalah ijin atau dispensasi
          Ini berkaitan dengan ijin atau dispensasi sekolah, tugas-tugas yang harus dilakukan atau dikumpulkan ketika kita bertanding. Pastikan semua surat dispensasi telah diterima para dosen atau sekolah, sehingga di kemudian hari tidak ada permasalahan berkaitan dengan hal itu. Apabila waktu pertandingan bertepatan dengan pengumpulan tugas atau ujian, mintalah ijin secara langsung pada dosen bersangkutan, mintalah jadwal di waktu lain, ujian bersama kelas lain, atau kumpulkan tugas lebih awal.
          Sesungguhnya dengan mengurus ijin/dispensasi merupakan suatu bukti untukmenegaskan identitas anda sebagai seorang atlit pencak silat yang bertanggung jawab, dan membuktikan anda tidak bersikap egois dan tetap respek pada bidang kehidupan anda yang lain.
                  c).Perlengkapan pribadi
          Kemasi perlengkapan pribadi anda sendiri jauh-jauh hari sebelum bertanding. Terutama perlengkapan bertanding seperti seragam, decker, handuk, tempat minum, sabuk, dll. Untuk ketegori ganda dan regu, persiapkan secara detil peralatan seperti golok, toyak, seragam, aksesoris, sabuk, peniti dll. Bawalah juga peralatan pribadi lainnya yang sekiranya akan dibutuhkan misalnya P3K pribadi, pemanas air, MP3, bantal kecil, selimut, dll. Penting untuk diperhatikan: bawalah perlengkapan pribadimu selengkap mungkin, jangan meminjam milik orang lain.
                   d).Berpamitan
          Agar merasa nyaman secara emosional, pamitlah kepada orang-orang dekat, terutama orang tua dan pelatih (apabila ia tidak ikut berangkat). Seorang atlit yang berangkat bertanding ibarat tentara yang berangkat berperang. Karena tu sebelum berjuang, beritahukan kepada orang-orang penting agar mereka memberikan doa restunya. Perlu diketahui bahwa untuk berpamitan tidak harus secara langsung, melalui telepon atau SMS sudah cukup, yang penting ini harus dilaksanakan.

          1. Tiba di Tempat Pertandingan
          Kata kuncinya adalah: Mandiri. Atlit yang mandiri adalah atlit yang tahu kapan harus berlatih, kapan harus makan, tidur, istirahat, mempersiapkan diri dll tanpa harus disuruh. Meskipun seorang atlit berangkat bersama tim, dan ada pelatih dan manajer yang bisa mengingatkan dan mempersiapkan segalanya, bersikap mandiri tetap harus dilaksanakan. Pelatih dan manajer akan sangat terbantu bila atlitnya bisa sadar akan tugasnya tanpa harus disuruh-suruh. Pencak silat adalah olahraga individu maka setiap orang harus berkonsentrasi dengan tugasnya masing-masing. Atlit tugasnya adalah bermain, memenangkan pertandingan sebanyak mungkin, maka fokuslah dengan tugas itu. Jangan berusaha berperan lebih dari itu, kecuali bila jam terbang anda sudah mumpuni untuk itu.
          Secara teknis, inilah yang harus dilakukan saat bertanding.
                 A. Mempersiapkan perlengkapan bertanding
          Persiapkan perlengkapan bertandingmu sendiri secara mandiri. Seragam, decker, pelindung kemaluan, tempat minum, handuk, baju ganti, dll. Jangan meminjam milik orang lain, atau mengandalkan perlengkapan tim yang disediakan manajer. Karena barang pinjaman atau barang tim itu belum tentu nyaman untuk anda. Kenyamanan anda dalam bermain ikut menentukan kepercayaan diri anda. Dan bila anda merasa lebih percaya diri menggunakan peralatan tertentu, misalnya seragam, decker, aksesoris tertentu (untuk TGR), maka persiapkan baik-baik peralatan itu. Dan bawalah sendiri, jangan pernah menitipkannya pada orang lain. Karena bisa saja barang dipakai orang lain tanpa ijin, hilang, atau ketika dibutuhkan yang membawa sedang pergi. Sebaiknya atlit memiliki sebuah tas yang khusus dibawa ke gelanggang yang isinya perlengkapan bertanding masing-masing. Bila perlu, bawalah peralatan cadangan. Ini untuk berjaga-jaga bila terjadi sesuatu. Misalnya membawa seragam cadangan di tas, kalau-kalau saat bertanding sobek.
          Khususnya bagi kategori TGR, penting untuk mempersiapkan peralatan bertanding secara detil. Karena bagi TGR penampilan termasuk salah satu faktor yang mendongkrak penilaian juri. Karena itu tampillah sebaik mungkin; pakailah seragam, sabuk, aksesoris yang terbaik, jangan yang sembarangan. Lipat rapi seragam, sabuk, aksesoris di dalam plastik atau tempat khusus agar tidak kotor dan kusut. Bersihkan golok sampai mengkilap minimal semalam sebelum bermain; amplaslah toyak bila perlu. Bawalah semua peralatan tersebut secara hati-hati dalam tas. Dan bawalah semuanya sendiri, untuk menjaganya agar tidak kotor/kusut, dipakai main-main, atau berjaga-jaga terhadap lawan yang memiliki niat tidak baik.
                B. Membuat diri sendiri senyaman mungkin
          Buatlah diri sendiri senyaman mungkin selama bertanding. Perlu diketahui bahwa suasana di gelanggang bisa saja sangat ramai, menegangkan atau penuh tekanan. Seorang atlit tetap harus bisa rileks dalam kondisi apapun. Untuk rileks, cara masing-masing atlit berbeda-beda. Ada yang mendengarkan musik menggunakan MP3/HP, membawa bantal kecil untuk tidur di gelanggang, membaca buku, komik lucu, menyepi di musholla, atau melakukan relaksasi. Yang penting buatlah dirimu senyaman mungkin dengan caramu sendiri, tanpa merepotkan orang lain. 
                 C. Mengatur perilaku sesuai etika
          Pada dasarnya adalah mengatur perilaku diri sendiri agar sesuai dengan etika sopan santun. Etika ini ada dua macam: etika terhadap orang lain dan etika terhadap diri sendiri. Etika terhadap orang lain yaitu: berperilakulah sopan santun pada sesama pesilat, pelatih, wasit juri dan orang-orang di sekitar gelanggang. Ini berlaku saat bermain maupun tidak. Bila dipikirkan secara mendalam, pencak silat adalah olahraga bela diri yang santun, ini terlihat dari pertaurannya. Hormat sebelum masuk gelanggang, tidak boleh menghina lawan, tidak boleh menyerang muka, dilarang mencederai dengan sengaja, tidak menyerang ketika posisi lawan di bawah dll, semua itu sesuai dengan adat kesopanan dan sifat ksatria. Karena itu bawalah kebiasaan ini di luar gelanggang. Bukan perilaku yang menjilat, tetapi sopan santun sewajarnya yang tenang, elegan dan tidak berlebihan. Anda akan lebih dihormati orang lain bila berperilaku demikian, termasuk dihormati teman, lawan, wasit dan juri.
          Okeee kawan ,thanks waktunya,,,Semoga menjadi atlit nasional dan bisa membanggakan orang tua dan negara.  aamiin :)
          1.   

          Atlit Nasional

             Hei kawan...  

          kali ini saya kasih pengertian dan teknik dasar pencak silat                                                                                                                                                 copas :mastugino

          Belajar pencak silat

          Pencak Silat.silat artinya silaturrohmi.Berlatih olahraga bela diri, bukan berarti kita berlatih untuk berkelahi. Olahraga bela diri mengajak kita untuk bertindak disiplin, menghormati sesama, dan menghargai keberadaan teman. Jika bertemu, mereka saling memberi hormat satu sama lain.  Pencak silat sudah dikenal di Indonesia sejak abad ke-7 dan merupakan hasil budaya bangsa Indonesia sendiri (rumpun Melayu). Pada tanggal 18 Mei 1948 dibentuk IPSSI (Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia) di Surakarta, kemudian pada tahun 1950 diubah menjadi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Secara resmi, pencak silat mulai dipertandingkan pada PON VIII tahun 1973 di Jakarta.
          Pencak silat merupakan salah satu cabang bela diri yang mengedepankan nilai seninya maka dalam penyebutan sehari-hari sering digunakan istilah seni bela diri pencak silat. Manusia selain diberi jasmani yang sempurna juga mempunyai akal budi dan daya pikir untuk mempertahankan diri. Oleh karena itu, terciptalah cara atau sistem bela diri khas Indonesia yang disebut silat.
          Prinsip-prinsip Bela Diri Pencak Silat
          a. Prinsip-prinsip bela diri pencak silat
          Prinsip-prinsip bela diri pencak silat adalah:
          • Seorang pesilat tidak berbuat hal-hal yang dapat mencelakai diri sendiri.
          • Tidak memancing kericuhan.
          • Pembelaan diri merupakan prinsip utama dalam pencak silat.
          • Tidak mencari musuh.
          b. Sifat-sifat seorang pesilat
          Sifat yang harus ditanamkan dalam diri pesilat adalah:
          • Harus mempergunakan kepandaiannya untuk menolong orang.
          • Tidak boleh menonjolkan diri atau sombong, terlebih-lebih sewenang-wenang.
          • Tidak boleh mencari musuh atau mempunyai musuh.
          • Tidak boleh menyerang terlebih dahulu, bahkan harus menghindari bentrokan atau perselisihan dari kemungkinan adanya kesalahpahaman.
          c. Sikap seorang pesilat menghadapi perselisihan
          Sikap yang harus dilakukan oleh seorang pesilat dalam menghadapi perselisihan adalah:
          • Pantang surut atau menyerah.
          • Tetap berusaha mengelak.
          • Jika terpaksa baru menangkis.
          • Jika tidak sempat menangkis, harus membuang kekuatan lawan dengan mengikuti arah geraknya, sehingga jika kena tidak terasa sakit.
          • Tidak boleh adu tenaga, baik jasmaniah maupun tenaga rohaniah dengan kasar.
          Fungsi Pencak Silat
          a. Fungsi pencak silat untuk seni
          Pencak silat ditinjau dari sudut seni harus mempunyai keselarasan dan keseimbangan antara wirama, wirasa, dan wiraga, atau keserasian irama, penyajian teknik, dan penghayatan. Pada seni pencak silat penekanan dan dominasi dapat diletakkan pada:
          • gerak bela diri yang diperhalus dan diperindah;
          • gerak tari yang mengambil motif-motif bela diri pencak silat;
          • gerak tari yang diwarnai gerak pencak silat sekadarnya sebagai situasi saja; dan
          • gerak perpaduan yang seimbang dan selaras antara tari dan bela diri.
          b. Fungsi pencak silat untuk bela diri
          Fungsi pencak silat untuk bela diri sesuai dengan ciri-ciri umum pencak silat Indonesia, antara lain:
          • Pencak silat mempergunakan seluruh bagian anggota tubuh dari ujung jari tangan,
          • kaki sampai kepala.
          • Pencak silat dapat dilakukan dengan tangan kosong dan dengan senjata.
          • Pencak silat tidak memerlukan senjata tertentu. Benda apapun dapat dijadikan senjata (sapu tangan, tas, payung, ikat pinggang, dan sebagainya).
          c. Fungsi pencak silat untuk pendidikan
          Hasil akhir dari pengajaran olahraga pencak silat adalah kemampuan, keterampilan, dan kemantapan dalam mempertahankan dan membela diri terhadap ancaman bahaya dari dalam maupun luar, serta untuk menjamin keselarasan dengan alam sekitarnya.

          Teknik dasar pencak silat
          1. Pukulan
          Dalam olahraga pencak silat, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pukulan adalah berbagai macam teknik serangan yang dilakukan dengan mempergunakan tangan kosong sebagai komponennya. Pada prinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat (dalam bentuk apapun) boleh dipergunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka.

          Dari sekian banyak teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat, ternyata dalam pelaksanaannya tidak semuanya dapat digunakan, dengan pertimbangan efisiensi dan efektivitas serta keselamatan pesilat. Dalam pertandingan olahraga pencak silat, teknik pukulan yang sering dipergunakan adalah pukulan depan, pukulan sangkal/bandul, pukulan samping, dan pukulan melingkar.

          a. Pukulan depan
          Pukulan depan adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan lurus ke depan. Untuk mencapai hasil yang optimal dapat dilakukan dengan dibantu oleh pergerakan bahu dan putaran pinggang yang mendukung
          untuk pemindahan berat badan ke bagian depan tangan yang menyerang.

          Pukulan depan dapat dilakukan dalam dua sikap tubuh yang berbeda, yaitu pukulan depan dengan posisi tangan yang digunakan untuk menyerang sejajar dengan posisi kaki yang berada di depan (jab), dan pukulan depan dengan posisi tangan yang tidak sejajar dengan kaki depan.
          b. Pukulan sangkal/bandul
          Pukulan sangkal/bandul yaitu pukulan yang dilakukan dengan posisi tangan ditekuk (± 90°). Lintasan pukulan adalah tangan diayun dari bawah ke atas. Pukulan ini dapat dilaksanakan dengan posisi kaki yang bervariasi, baik dengan posisi kaki depan sejajar dengan tangan yang dipergunakan untuk menyerang maupun tidak.

          c. Pukulan lingkar
          Pukulan lingkar adalah pukulan yang dilakukan dengan lintasan pukulan dari arah samping luar tubuh pesilat menuju ke arah dalam tubuh pesilat. Untuk tercapainya hasil optimal dari pukulan lingkar ini, harus didukung dengan pergerakan bahu dan pinggang yang searah dengan arah pukulan. Hal ini akan menambah bobot pukulan dengan adanya dorongan berat badan pesilat ke tangannya.

          d. Pukulan samping
          Perkenaan dari teknik pukulan samping ini adalah punggung tangan. Adapun lintasannya dari samping dalam tubuh pesilat ke arah luar tubuh pesilat.

          2. Tendangan
          Tendangan merupakan teknik dan taktik serangan yang dipergunakan untuk jarak jangkau jauh dan sedang dengan mempergunakan tungkai sebagai komponen penyerangan. Dalam olahraga pencak silat, teknik tendangan yang masuk ke sasaran mendapat nilai 2.
          Teknik-teknik tendangan yang terdapat dalam pencak silat pada prinsipnya dapat dipergunakan untuk menyerang dalam pertandingan olahraga pencak silat. Namun, sebagaimana halnya dengan pukulan, tidak semua teknik dalam pencak silat olahraga digunakan, berdasarkan efisiensi pelaksanaan teknik tendangan dan efektivitas untuk memperoleh angka serta keselamatan pesilat yang melakukan tendangan tersebut. Teknik tendangan yang digunakan pada pertandingan pencak silat olahraga antara lain tendangan lurus, sabit, ”T”, belakang, jejag, dan gajul.
          • Tendangan lurus(A). Tendangan depan atau lurus adalah tendangan yang dilakukan dengan lintasan lurus ke depan. Perkenaannya pada pangkal jari-jari kaki. Variasi dalam pelaksanaan teknik ini antara lain dengan lompatan.
          • Tendangan sabit(B). Tendangan sabit adalah tendangan yang dilakukan dengan lintasan dari samping melengkung seperti sabit/arit. Perkenaannya pada punggung kaki. Tendangan ini dapat dilaksanakan dalam posisi kaki berada di depan maupun di belakang dan dapat pula divariasikan dengan lompatan.
          • Tendangan ”T”(C). Tendangan ”T” adalah tendangan yang dilakukan dengan posisi tubuh menyamping dan lintasan tendangan lurus ke samping. Perkenaannya adalah sisi bagian tajam telapak kaki, telapak kaki, dan tumit. Banyak variasi dalam pelaksanaan tendangan ”T” ini, antara lain ”T” jepret, ”T” gantung, dan ”T” lompat.
          • Tendangan jejag(D). Tendangan jejag adalah tendangan yang dilaksanakan dengan posisi tubuh tegak dan lintasan lurus ke depan, perkenaannya adalah tumit. Selintas tendangan ini mirip dengan tendangan depan, namun terdapat perbedaan dalam pelaksanaannya. Jika tendangan depan dilakukan dengan melecutkan tungkai ke depan (seperti gerakan menusuk), sedangkan tendangan jejag dilakukan dengan terlebih dahulu mengangkat lutut setinggi mungkin kemudian mendorong tungkai ke depan sasaran.
          • Tendangan belakang(E). Tendangan belakang adalah tendangan yang dilakukan dengan terlebih dahulu memutar tubuh dan sikap tubuh membelakangi lawan, dengan perkenaan pada telapak kaki atau tumit.
          • Tendangan gajul(F). Tendangan gajul perkenaannya pada tumit, sedangkan lintasannya adalah dari arah atas ke bawah.
          3. Tangkapan
          Tangkapan merupakan teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk dilanjutkan dengan bantingan, jatuhan, dan kuncian. Dari segi teknik, tangkapan dapat dilaksanakan dari luar dan dari dalam, yang masing-masing disebut tangkapan luar dan tangkapan dalam.

          Tangkapan luar adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah luar tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan, sedangkan tangkapan dalam adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah dalam tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan.

          4. Jatuhan
          Jatuhan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau jauh dan sedang yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai atau kaki untuk menjatuhkan lawan. Teknik jatuhan ini dalam pencak silat lazim disebut dengan teknik sapuan. Teknik ini dapat dibedakan menjadi lima macam, yaitu:
          • Sapuan tegak, yaitu menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi tegak ke kaki lawan.
          • Sapuan rebah, yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan tungkai yang disapukan dalam posisi rebah ke kaki lawan.
          • Besetan, yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menggunakan kaki atau tungkai yang dikaitkan ke kaki lawan.
          • Guntingan, yaitu teknik menjatuhkan lawan yang dilaksanakan dengan menjepitkan kedua tungkai pada bagian tubuh yang disahkan untuk diserang.
          • Sabetan, yaitu serangan menjatuhkan lawan dengan perkenaan tulang kering ke sasaran betis dengan lintasan dari luar ke dalam.
          5. Bantingan
          Pengertian bantingan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat yang dilakukan dengan terlebih dahulu menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk selanjutnya melalui proses mendorong atau menarik, lalu dihempaskan. Dilihat dari titik tumpu penyangganya, bantingan dapat dilaksanakan dengan
          sekurang-kurangnya empat macam teknik, yakni bantingan tungkai, bantingan pinggul, bantingan punggung, dan bantingan kaki.
          ###########################################################################################



          oke....sekian artikelnya, semoga bermanfaat, apabila ada kesalahan mohon maaf:) thanks waktunya kawan.
          see you again



          Perkenalan

          assalamualaikum wr. wb
          ini blog pertama dari saya, harap maklum jika banyak kesalahan dan kekurangan.

              Biodata diri saya :
              Nama     :Khoirul Qulub
              Tgl.lahir :18 Agustus 2000
              Alamat   :Kec.Petarukan Kab. Pemalang
              Hobi       :Olah raga
              Sekolah  :SMKN1 Pemalang
              IG           :khoirul_nike


              #yang pake jaket hitam :)

             sekian perkenalan dari saya, thanks waktunya dan saya khoirul pamit dulu,
             see you again.

          Powered By Blogger

          Pak Jokowi

          Pak Jokowi
          seorang pendekar

          pesilat - Designed by Posicionamiento Web | Bloggerized by GosuBlogger